-->

Menyimpulkan isi berita

Menyimpulkan isi berita


    Berita Merupakan Informasi yang masih barudan hangat yang di sampaikan kepada orang lain dapat melalui penglihatan, pendengaran dalam media cetak.
                
    Berita sifatnya actual dan menyangkut hal hal yang menarik pada umumnya. Isinya beragam, mungkin hal itu berkenaan dengan masalah hokum dan kriminalitas, politik, keagamaan, kebudayaan, kesehatan, olahraga, maupun berkenaan dengan masalah hobi.

Berita di bentuk melalui beberapa unsur yaitu 5 W + 1 H :

1. What (apa)
2. Who (siapa)
3. When (kapan)
4. Where (dimana)
5. Why (mengapa)
6. How (bagaimana)


    Keenam hal tersebut lazim di tempatkan di bagian awal pemberitaan sebagai bagian yang secepatnya yang harus diketahui pemirsa. Bagian awal berita sering pula di sebut pokok berita. Pokok berita memaparkan klimaks kejadian secara ringkas, lengkap dan jelas. Jadi pokok berita sifatnya ringkas tetapi menjawab segenap pertanyaan 5 W + 1 H, apa peristiwanya, siapa yang mengalami, kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana suasana atau akibatnya.

    Berita dalam penyajiannya biasanya pada awal berita disajikan pokok-pokok berita, lalu dilanjutkan paparan atau gambaran atas pokok-pokok berita. Pokok berita pada awal berita disebut teras berita, sedangkan paparan berikutnya yang disebut tubuh berita.
Dalam menemukan pokok-pokok  berita setelah mendengarkan beritayang dibicarakan ada beberapa langkah, yaitu:

1. Dengarkanlah berita secara cermat
2. Catatlah hal-hal yang di anggap penting
3. Buatlah pertanyaan dengan kata kata Tanya, apa, siapa, kapan, dimana, mengapa dan         bagaimana.
4. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut mengkaitkan pokok-pokok berita.

Sedangkan untuk mengumpulkan isi berita, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Menentukan pokok-pokok berita
2. Mengaitkan pokok-pokok berita
3. Menyimpulkan isi berita

    Selain unsur-unsur yang disebutkan di atas, dalam teks berita menggunakan kalimat berita, yaitu jenis kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu. Kalimat berita ini mendorong oendengaran/pembaca untuk memberikan tanggapan dalam bentuk sikap atau isyarat. Kalimat berita terdiri atas empat bentuk.

a. Kalimat berita kepastian.
    Contoh : ibu akan ke pasar pagi ini.
b. Kalimat berita pengingkaran.
    Contoh : saya tidak akan datang dalam acara itu.
c. Kalimat berita kesayangan.
    Contoh : barangkali nenek sudah berangkat ke jakarta.
d. Kalimat berita bentuk lainnya.
    Contoh : mengapa rumah Pak Ali kebakaran, tak seorang pun mengetahui penyebabnya. Petugas pemadam      kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar rumah besar milik Pak Ali itu.

Anda mungkin menyukai postingan ini

1 komentar

  1. Sandara Putri
    SurveiPoker
    KompasPoker
    Reviews Game Online 303
    Kumpulan Berita 303
  1. Untuk menyisipkan sebuah kode gunakan <i rel="pre">code_here</i>
  2. Untuk menyisipkan sebuah quote gunakan <b rel="quote">your_qoute</b>
  3. Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image">url_image_here</i>